Tampilkan postingan dengan label Musium Angkot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musium Angkot. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Oktober 2015

Air Terjun Coban Rondo Malang

Mendengar nama air terjun ini yang pertama terbersit di benak kita adalah keinginan untuk mengetahui asal muasal nama dari air terjun ini, tentu semua lokasi punya sejarah masing-masing ada yang langsung di kaitkan dengan nama dan ada juga yang tidak dikaitkan langsung dengan nama tempatnya. Air terjun Coban Rondo salah satu lokasi air terjun yang penamaannya dikaitkan langsung dengan legenda sejarahnya.

Dinamakan Coban Rondo bahasa jawa yang bila diartikan kedalam bahasa Indonesia berarti Air Terjun Janda berawal dari cerita sepasang pengantin baru bernama Dewi Anjar Wati dan Raden Baron Kusumo, berawal dari niat Dewi Anjar Wati untuk berkunjung ke rumah mertuanya atau orang tua dari Raden Baron Kusumo di gunung Anjasmoro, namun karna usia perkawinan mereka yang masih teralalu mudah yaitu baru berusia 36 hari yang menurut keyakinan sebahagian masyarakat jawa saat itu dinamakan masa selapan, tidak baik untuk pasangan pengantin yang masih dalam masa selapan ini untuk bepergian jauh karna dipercaya bisa mendapatkan sesuatu yang buruk atau musibah, namun karena keinginan yang kuat serta dukungan dari sang suami akhirnya keduanya tetap berangkat, ditengah perjalanan mereka bertemu dengan Joko Lelono yang akhirnya jatuh hati pada Dewi Anjar Wati, mengetahui hal ini Raden Baron Kusumo tidak terima maka terjadilah perkelahian sengit adu ilmu antara Raden Baron Kusumo melawan Joko Lelono, ditengah perkelahian Raden Baron Kusumo memerintahkan rombongannya membawa Dewi Anjar Wati ketempat yang aman disebuah Coban dan menunggu Raden Baron Kusumo disana. Setelah menanti cukup lama Raden Baron Kusumo tidak kunjung datang dan membuat Dewi Anjar Wati meratapi nasibnya telah melanggar nasehat orang tua disebuah batu besar yang ada di Coban tersebut hingga akhir hayatnya.
Dibalik cerita sejarah Air Terjun Coban Rondo ini pulalah sampai saat ini masih ada mitos yang melarang pasangan kekasih ataupun pengantin baru untuk berkunjung ke Air Terjun Coban Rondo ini karna diyakini bisa mendapatkan masalah yang menyebabkan perpisahan.

Disamping sejarahnya yang unik, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 km dari Coban Rondo dengan medan yang cukup terjal dan licin, kita akan menemukan keunikan lain yaitu posisi Air Terjun Coban Rondo juga yang ternyata berada dibawah 3 air terjun, pertama air terjun kembar yang diberi nama Coban Manten yang aliran airnya menuju ke satu air terjun yang diberi nama Coban Dudo, aliran air Coban Dudo inilah yang selanjurnya mengalir menuju Coban Rondo.

Untuk pesona dan keindahan air terjun Coban Rondo tidak kalah dibanding air terjun di daerah lainnya, berada di tengah hutan rimbun tentu udara disekitar lokasi Air Terjun Coban Rondo menjadi segar, walaupun dari gerbang air terjun Coban Rondo yang juga merupakan batas akhir akses menggunakan kendaraan kita masih harus berjalan kaki sekitar kurang lebih 1 km, keindahan alam dan pesona hutan sekitar rute membuat perjalanan terasa sangat menyenangkan, belum lagi saat kita mulai berada di sekitar air terjun Coban Rondo, embun dan percikan air terjun yang dingin membuat badan terasa segar kembali.

Berada di lereng gunung Kawi dengan ketinggian 1.135 m diatas permukaan laut, suhu udara normal di sekitar Coban Rondo berkisar di 22 sampai dengan 26 derajat celcius, air terjun Coban Rondo berada di kawasan KPH Perum Perhutani Kabupaten Malang bagian pemangkuan kesatuan hutan Pujon, untuk debit airnya di musim kemarau sekitar 90 liter perdetik namun di musim hujan bisa mencapai 150 liter perdetik.

Akses menuju air terjun Coban Rondo saat ini sudah sangat mudah karna jalan aspal menuju kesana sudah dibuat sangat mulus, namun demikian tetap harus berhati-hati karna jalannya yang berkelok dan menanjak, jarak tempuh dari Kota Batu kurang lebih 12 km dan dari Kota Malang kurang lebih 24 km, bagi teman-teman yang ingin menuju ke air terjun Coban Rondo via bis bisa naik di terminal Arjosari, naik saja bis jurusan Malang menuju Kediri via Pujon, turun di patung sapi yang sudah merupakan gerbang air terjun Coban Rondo.